Pantai Bohay di Desa Bhinor bukan sekadar bentang pasir dan debur ombak. Ia adalah cerita tentang desa yang merawat pesisirnya dengan cinta, tentang laut yang membentang biru seperti kanvas tak bertepi, tentang bakau yang berdiri setia menjaga garis pantai, dan tentang siluet megah PLTU Paiton yang tampak di kejauhan—sebuah penanda pertemuan antara alam dan peradaban. Pantai wisata milik desa ini tumbuh sebagai ruang publik yang ramah, tempat warga dan pelancong berjumpa dengan ketenangan sekaligus kekaguman.
1. Pesisir yang Dirawat Desa: Dari
Kearifan Lokal ke Wisata Berkelanjutan
![]() |
| Prasasti Pembangunan Pantai Bohay |
Pantai Bohay adalah milik desa—sebuah identitas yang memberi makna lebih. Kepemilikan ini bukan sekadar status administratif, melainkan komitmen kolektif warga Desa Bhinor untuk merawat, mengelola, dan menghidupkan pesisirnya secara berkelanjutan. Di sini, wisata bukan hanya tentang kunjungan, tetapi juga tentang partisipasi: warga terlibat dalam kebersihan pantai, penataan area, penyediaan fasilitas sederhana, hingga penyambutan tamu dengan keramahan khas pesisir utara Jawa.
Jejak gotong royong terasa sejak langkah pertama menjejak pasir.
Jalur-jalur kecil yang rapi, area duduk yang teduh, serta sudut-sudut pandang
yang sengaja dibiarkan terbuka menjadi bukti bahwa Pantai Bohay ditata dengan
rasa. Desa memahami betul bahwa keindahan tidak harus berlebihan; cukup memberi
ruang bagi alam untuk bicara, maka ketenangan akan datang dengan sendirinya.
2. Bakau yang Menyapa: Penjaga
Pantai dan Penyejuk Jiwa
Salah satu daya pikat utama Pantai Bohay adalah hamparan bakau yang tumbuh
subur di sepanjang pesisir. Bakau-bakau ini bukan hanya ornamen hijau,
melainkan penjaga pantai yang sesungguhnya—menahan abrasi, menjadi rumah bagi
biota kecil, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Saat angin laut berembus
pelan, daun-daun bakau berdesir seperti bisikan alam, menghadirkan suasana yang
menenangkan.
Berjalan di tepi bakau, pengunjung dapat menyaksikan kepiting kecil
bersembunyi di sela akar, burung-burung pesisir bertengger mencari rehat, dan
cahaya matahari yang menari di antara celah daun. Di pagi hari, embun tipis
menyelimuti ranting; di sore hari, bakau berubah menjadi siluet indah yang
kontras dengan langit senja. Kehadiran bakau menjadikan Pantai Bohay lebih dari
sekadar destinasi foto—ia adalah ruang belajar tentang pentingnya menjaga
pesisir.
3. Laut Biru yang Membentang:
Kedamaian dalam Setiap Ombak
Menghadap ke laut, Pantai Bohay menyuguhkan biru yang jujur dan lapang.
Warna laut berubah mengikuti waktu: biru muda yang cerah di pagi hari, biru tua
yang teduh saat matahari meninggi, hingga gradasi keemasan ketika senja turun
perlahan. Ombak datang tidak dengan kegaduhan, melainkan dengan ritme yang
menenangkan—cukup untuk menyapa, tidak untuk mengusik.
![]() |
| Laut biru di Pantah Bohay |
Di tepian, pasir terasa hangat di telapak kaki, sementara angin laut membawa aroma asin yang segar. Banyak pengunjung memilih duduk diam, memandang cakrawala, membiarkan pikiran mengendap. Anak-anak bermain di pinggir air, nelayan melintas dengan perahu sederhana, dan wisatawan memotret momen tanpa terburu-buru. Laut di Pantai Bohay mengajarkan satu hal: menikmati waktu tanpa perlu banyak kata.
4. PLTU Paiton di Kejauhan: Simbol
Harmoni Alam dan Energi
Dari Pantai Bohay, pandangan akan menangkap siluet PLTU Paiton yang berdiri
kokoh di kejauhan. Pemandangan ini unik—sebuah dialog visual antara alam
pesisir yang asri dengan infrastruktur energi berskala besar. Bagi sebagian
orang, ini adalah kontras; bagi Pantai Bohay, ia adalah harmoni. Keberadaan
PLTU Paiton menjadi penanda bahwa wilayah ini bukan hanya indah, tetapi juga
strategis dan hidup.
![]() |
| PLTU Paiton Tampak dari kejauhan |
Saat matahari terbenam, cerobong dan bangunan PLTU tampak berkilau tertimpa cahaya senja, menghadirkan komposisi visual yang memikat. Pemandangan ini sering menjadi latar foto favorit, karena ia menceritakan kisah tentang Indonesia yang bergerak—negara yang menjaga alam sambil memenuhi kebutuhan energi. Dari sudut pandang Pantai Bohay, peradaban dan alam dapat berdampingan, saling menghormati.
5. Ruang Rekreasi Keluarga dan
Komunitas
Sebagai pantai wisata milik desa, Pantai Bohay dirancang ramah untuk
keluarga dan komunitas. Area duduk yang nyaman, spot-spot berteduh, serta ruang
terbuka untuk kegiatan bersama menjadikannya tempat yang cocok untuk piknik
sederhana, pertemuan warga, atau sekadar bersantai. Di hari libur, pantai ini
hidup oleh tawa anak-anak, obrolan hangat, dan aroma jajanan khas pesisir.
Warga desa kerap menghadirkan sentuhan lokal—dari sajian minuman segar, kudapan
tradisional, hingga cerita tentang sejarah dan perubahan pantai dari waktu ke
waktu. Pengunjung tidak hanya pulang membawa foto, tetapi juga pengalaman
berjumpa dengan manusia-manusia yang mencintai tempat tinggalnya.
6. Senja di Pantai Bohay: Saat Waktu
Melambat
Tidak lengkap membicarakan Pantai Bohay tanpa menyebut senjanya. Ketika
matahari mulai turun, langit berubah menjadi panggung warna: jingga, merah
muda, ungu, dan biru yang saling berpelukan. Bakau menjadi siluet, laut
memantulkan cahaya, dan PLTU Paiton berdiri tenang di garis cakrawala. Pada
momen ini, waktu seolah melambat.
Banyak pengunjung memilih duduk diam, mematikan ponsel, dan membiarkan alam
bekerja. Senja di Pantai Bohay bukan hanya pemandangan; ia adalah
perasaan—tentang pulang, tentang syukur, tentang desa yang menjaga pantainya
agar tetap indah untuk hari ini dan esok.
7. Harapan dan Masa Depan Pantai
Bohay
Pantai Bohay adalah contoh bagaimana desa dapat mengelola wisata dengan
hati. Dengan menjaga bakau, merawat kebersihan, dan mengelola kunjungan secara
bijak, Pantai Bohay berpeluang tumbuh sebagai destinasi berkelanjutan yang
memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan alam. Pendidikan lingkungan,
penambahan fasilitas ramah alam, dan promosi yang tepat dapat memperkuat
identitasnya sebagai pantai desa yang berkelas.
Di Desa Bhinor, Pantai Bohay bukan sekadar tempat—ia adalah kebanggaan.
Laut birunya, bakau yang setia, dan siluet PLTU Paiton di kejauhan menyatu
menjadi narasi tentang Indonesia pesisir: sederhana, kuat, dan penuh harapan.
Datanglah, duduklah sejenak, dan biarkan Pantai Bohay bercerita dengan caranya
sendiri.



Komentar
Posting Komentar