Langsung ke konten utama

Postingan

Pantai Duta: Harmoni Kapal Nelayan, Pasir Hitam, dan Bisik Cemara di Tepi Samudra

Postingan terbaru

Pantai Bohay Desa Bhinor: Harmoni Alam, Laut Biru, dan Jejak Peradaban Energi

  Pantai Bohay di Desa Bhinor bukan sekadar bentang pasir dan debur ombak. Ia adalah cerita tentang desa yang merawat pesisirnya dengan cinta, tentang laut yang membentang biru seperti kanvas tak bertepi, tentang bakau yang berdiri setia menjaga garis pantai, dan tentang siluet megah PLTU Paiton yang tampak di kejauhan—sebuah penanda pertemuan antara alam dan peradaban. Pantai wisata milik desa ini tumbuh sebagai ruang publik yang ramah, tempat warga dan pelancong berjumpa dengan ketenangan sekaligus kekaguman. 1. Pesisir yang Dirawat Desa: Dari Kearifan Lokal ke Wisata Berkelanjutan Prasasti Pembangunan Pantai Bohay Pantai Bohay adalah milik desa—sebuah identitas yang memberi makna lebih. Kepemilikan ini bukan sekadar status administratif, melainkan komitmen kolektif warga Desa Bhinor untuk merawat, mengelola, dan menghidupkan pesisirnya secara berkelanjutan. Di sini, wisata bukan hanya tentang kunjungan, tetapi juga tentang partisipasi: warga terlibat dalam kebersihan pantai,...

Pantai Abrasi Mukomuko: Di Antara Ombak, Kelapa Muda, dan Rindu yang Pulang

  Pemandangan Laut Pantai Abrasi Mukomuko Pagi di Pantai Abrasi Mukomuko selalu datang dengan cara yang lembut. Langit membuka tirainya pelan-pelan, membiarkan cahaya tipis menyentuh garis air. Ombak berderap lirih, seolah membaca puisi yang hanya dimengerti pasir dan angin. Di hari libur, pantai ini berubah menjadi ruang pertemuan—antara alam dan manusia, antara lelah dan harap, antara rindu dan pulang. Pantai Abrasi Mukomuko Pantai Abrasi Mukomuko bukan sekadar hamparan laut. Ia adalah kisah panjang tentang keteguhan. Di sini, daratan pernah digerus gelombang, garis pantai pernah bergeser, dan waktu mengajarkan arti bertahan. Namun justru dari luka itulah lahir keindahan yang jujur. Debur ombak Samudra Hindia yang tegas berpadu dengan langit luas, menciptakan pemandangan yang tak berlebihan, tapi meresap—seperti nasihat lama yang baru kita pahami ketika dewasa. Di hari libur, jejak langkah bertambah. Ada keluarga yang datang dengan tawa, ada pasangan yang memilih duduk diam sam...

Kisah Tragis Gerbong Maut Bondowoso

  Berpose di Monumen Gerbong Maut Jejak Kekejaman Kolonial dan Keteguhan Perjuangan Rakyat Indonesia Di jantung Kota Bondowoso, Jawa Timur , berdiri sebuah monumen yang sunyi namun sarat makna: Monumen Gerbong Maut . Di balik wujudnya yang sederhana, monumen ini menyimpan salah satu kisah paling kelam dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia—sebuah tragedi kemanusiaan yang terjadi pada pertengahan tahun 1947 , di masa Agresi Militer Belanda I. Latar Sejarah dan Waktu Kejadian Peristiwa Gerbong Maut terjadi pada 23 November 1947 . Saat itu, situasi politik dan keamanan di Jawa Timur sangat genting. Belanda, yang ingin kembali menguasai Indonesia pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, melakukan penangkapan besar-besaran terhadap para pejuang, tokoh masyarakat, dan orang-orang yang dicurigai mendukung Republik Indonesia. Sekitar 100 orang tahanan pejuang Indonesia dikumpulkan oleh tentara kolonial Belanda di Penjara Bondowoso . Mereka kemudian dipindahkan menuju Penjara Kal...

Curug 9 Alami Eksotis Menantang nan Menawan

Air Terjun Curug 9 Tanah Hitam Bengkulu Utara Curug Sembilan ini terletak di Desa Tanah Hitam, Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Lokasinya cukup jauh. Dari Bandara Fatmawati Soekarno, kamu harus menempuh perjalanan selama 2 jam dengan jarak lebih dari 80 km. Sementara jika dari Kota Bengkulu sekitar 68 km menuju Kecamatan Padang Jaya yang nantinya harus dilanjutkan dengan trekking dengan berjalan kaki menuju Curug Sembilan selama 3 - 4 jam perjalanan santai. untuk menuju kesana, dapat meminta bantuan dari google maps berikut ini;

Bantaran Kali Madiun, rekreasi keluarga di tengah kota

Jika anda sedang berada di Madiun atau memang tinggal di Madiun dapat memilih tempat ini sebagai tempat untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati kuliner yang ada di sekitar lokasi wisaata. Bantaran Kali Madiun arah hulu sungai Bantaran kali madiun arah hilir sungai Lokasi ini juga terdapat tempat permainan anak-anak, seperti prosotan dan ayunan serta pesawat. Tempat yang cukup luas untuk bermain anak-anak. Lokasi Bantara Kali Madiun dapat di track mengunakan google maps sebagi berikut ini:

Menikmati pemandangan di Bendung Air Manjuto Mukomuko

Sambil berkunjung ke tempat keluarga berkesempatan untuk menikmati hasil pembangunan pada masa Orde Baru yaitu Bendugnan Air Manjuto. Saat ini bendungan ini menjadi salah satu obyek wisata di kabupaten ini. Bendungan yang terletak di Desa Lalang Luas, Kecamatan V Koto,  Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Bendungan ini berjarak sekitar 25 km dari ibu kota kabupaten Mukomuko. Bendungan ini juga merupakan bendungan terbesar di Bengkulu. Bendungan Air Manjunto berfungsi sebagai irigasi dan sumber air bersih masyarakat di kabupaten Muko-muko Permukaan Bendungan Air Manjuto Bendungan Air Manjuto Prasasti peresmian Bendugan oleh Presiden Soeharto. Jalan akses menuju bendungan Bendungan Air Manjunto mempunyai bentang sepanjang 86 meter dan mercu 100, termasuk penguras. Sementara itu panjang saluran kanan mencapai hingga 36.013 kilometer sedangkan panjang saluran kiri mencapai 70.756 kilometer. Bendungan ini memiliki nilai kemanfaatan yang tinggi bagi warga setempat yang memang mayo...